Roma - Miralem Pjanic bicara soal keahliannya dalam
mengeksekusi tendangan bebas. Gelandang AS Roma itu butuh waktu lama
untuk mengasah kemampuannya.
Musim ini Pjanic benar-benar
menunjukkan kepiawaiannya dalam mengeksekusi tendangan bebas. Empat dari
enam gol yang sudah dia ciptakan bersama Roma musim ini terlahir berkat
keahliannya itu. Terakhir, Pjanic mencetak gol lewat tendangan bebas ke
gawang Bayer Leverkusen di Liga Champions.
Di Serie A, Pjanic
sudah menghasilkan tiga gol tendangan bebas masing-masing ke gawang
Juventus, Carpi, dan Empoli. Sejak melakukan debutnya di Italia pada
2011/2012 silam, Pjanic sudah menghasilkan 10 gol dari tendangan bebas.
Cuma Andrea Pirlo yang punya catatan lebih baik daripada dirinya (12
gol).
Soal keahliannya itu, Pjanic mengaku tak punya rahasia
khusus. Gelandang internasional Bosnia Herzegovina itu mengasah
kemampuannya dengan terus berlatih. Pjanic menyebut butuh waktu lebih
dari 10 tahun untuk menyempurnakannya.
"Tidak ada resep rahasia
untuk tendangan bebas sempurna. Jawabannya sederhana, ini semua adalah
soal latihan. Saya sudah menendang puluhan ribu tendangan bebas dari
berbagai posisi. Butuh lebih dari 10 tahun untuk belajar," ujar Pjanic
seperti dikutip Football Italia.
Pjanic lantas membeberkan proses bagaimana dia mengeksekusi sebuah tendangan bebas.
"Ketika
pemain membangun pagar betis, saya melihat ke arah gawang dan
memutuskan titik termudah untuk dibidik. Ketika wasit meniup peluitnya,
saya sudah tahu ancang-ancang yang akan saya ambil untuk mengirim bola
ke dalam gawang," lanjut Pjanic.
"Tentu saya tidak selalu bisa
memprediksinya, kadang membentur pagar betis, kadang melebar atau
melambung. Jarak yang paling cocok adalah sekitar 25 meter dari gawang,
apakah posisinya di kiri, kanan, atau tengah," ucapnya.
Saat
masih berkarier di Lyon, Pjanic sempat satu tim dengan Juninho
Pernambucano yang juga ahli dalam tendangan bebas. Pjanic pun kerap
disebut-sebut belajar dari Juninho soal hal ini.
"Sering disebut
bahwa saya belajar mengambil tendangan bebas darinya. Kenyataannya
adalah dia seorang maestro, tapi saya sudah membangun gaya saya sendiri,
seperti (Andrea) Pirlo dan (Cristiano) Ronaldo punya gayanya
sendiri-sendiri," kata Pjanic.
"Kami semua menendang berbeda satu
dengan yang lainnya, masing-masing dari kami punya gaya sendiri dalam
menendang bola," katanya.
*Novitasari Dewi Salusi - detikSport
Thursday, November 5, 2015
Pjanic Butuh Lebih dari 10 Tahun untuk Sempurnakan Tendangan Bebasnya
Thursday, November 05, 2015



