Wednesday, October 21, 2015

Hujan Gol, Laga Leverkusen-Roma Berakir Imbang

Pertandingan matchday tiga Grup E Liga Champions 2015-2016 di BayArena, yang menyajikan partai antara tuan rumah Bayer Leverkusen melawan AS Roma berjalan sengit dan dramatis. Kedua tim sama-sama sempat memimpin kedudukan. Namun, dua gol di menit krusial Werkself –julukan Leverkusen– membuat laga berakhir dengan skor 4-4.

Jalannya pertandingan
Babak pertama
BayArena sudah riuh di menit awal pertandingan. Pasalnya, Leverkusen memimpin skor sejak menit empat. Adalah Javier “Chicharito” Hernandez yang mengubah kedudukan menjadi 1-0 melalui tendangan penalti. Sebelumnya, Vassilis Torosidis melakukan handball di kotak terlarang Roma.
Leverkusen kian percaya diri setelah mencetak gol. Hakan Calhanoglu dan kawan-kawan terlihat sangat santai menggulirkan bola dari kaki ke kaki.

Hasilnya pun kembali terlihat di menit 17. Leverkusen membobol gawang Il Lupi di menit 17. Dan lagi-lagi yang mencetak angka adalah Javier “Chicharito” Hernandez. Leverkusen memimpin kedudukan dengan skor 2-0.

Tertinggal cukup jauh membuat Roma tersentak. Berkali-kali serangan yang dilakukan Il Lupi pun baru membuahkan hasil konkret di menit 29 melalui Daniele de Rossi. Gelandang internasional Italia tersebut merobek jala gawang Bernd Leno setelah memanfaatkan umpan Kostas Manolas. Skor berubah menjadi 2-1.

Hernandez kurang beruntung! Leverkusen hampir memperpanjang keunggulan andai sundulan mantan pemain Manchester United ini tidak membentur mistar gawang. Tak lama kemudian, ada klaim penalti dari Roma setelah Gervinho dijatuhkan di kotak penalti oleh Kiriakos Papadopoulos.

Namun, wasit tak mengindahkan protes dan play on.

Roma justru mencetak gol keduanya pada menit 38. De Rossi kembali mencantumkan namanya di papan skor setelah setelah meneruskan bola matang dari Miralem Pjanic.

Leverkusen pantas disalahkan karena sempat lengah. Mereka tak mampu mengatasi umpan set piece Pjanic yang berujung gol penyeimbang, sementara Hernandez seharusnya bisa mengubah skor menjadi 3-1 sebelum gol De Rossi. Skor 2-2 pun menutup paruh pertama.

Babak kedua
Leverkusen masih mendominasi menit awal interval kedua. Namun, Roma tidak tinggal diam dengan sesekali mencuri-curi kesempatan untuk melakukan serangan balik.

Hebat! Itulah kata yang paling tepat menggambarkan Roma. Mengimbangi skor di babak pertama setelah sempat tertinggal dua gol, Giallorossi justru membalikkan keadaan menjadi 3-2 melalui Miralem Pjanic di menit 54. Gelandang Bosnia and Herzegovina tersebut membungkam publik BayArena dengan tendangan bebasnya yang apik.

Leverkusen terlihat frustrasi setelah gawangnya kebobolan untuk kali ketiga. Kini, lini tengah mereka kalah kuat dengan Roma. Alessandro Florenzi memimpin serangan dan melepaskan tendangan yang masih bisa ditepis Leno. Bola muntah pun disambut Iago Falque dengan kepala, namun hanya membentur mistar gawang.

Roma kian semangat setelah membalikkan keadaan. Buktinya, pasukan Rudi Garcia tersebut kembali mencetak gol di menit 73 untuk memperlebar keunggulan menjadi 2-4 melalui Iago Falque. Bola hasil tendangan pemain berpaspor Spanyol ini melaju deras ke gawang Leverkusen tanpa bisa dihalau Leno.

Jelang laga berakhir Leverkusen mengambil alih jalannya pertandingan. Gol yang ditunggu akhirnya datang di menit 84, Kevin Kampl membobol gawang dengan cara yang apik untuk mengubah skor menjadi 3-4. Game on!

Dramatis! Leverkusen kembali mencetak gol di menit 86. Adalah Admir Mehmedi yang membuat BayArena bergelora. Gelandang asal Swiss tersebut memanfaatkan dengan sempurna umpan Wendell untuk menyamakan kedudukan. Skor 4-4 membuat motivasi Leverkusen terpompa.

Hingga wasit Viktor Kassai meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, skor 4-4- tak berubah.

Susunan pemain
Bayer Leverkusen: Leno; Donati, Tah, Papadopoulos, Wendell; Toprak/Brandt, Kramer/Brandt; Bellarabi, Calhanoglu, Kampl; Hernandez.

AS Roma:  Szczesny; Torosidis,Manolas, Rudiger, Digne; Nainggolan, De Rossi, Pjanic, Florenzi; Salah, Gervinho/Dzeko.


 *http://kabarbola.net