Pertandingan matchday tiga Grup E Liga Champions 2015-2016 di BayArena,
yang menyajikan partai antara tuan rumah Bayer Leverkusen melawan AS Roma
berjalan sengit dan dramatis. Kedua tim sama-sama sempat memimpin
kedudukan. Namun, dua gol di menit krusial Werkself –julukan Leverkusen–
membuat laga berakhir dengan skor 4-4.
Jalannya pertandingan
Babak pertama
BayArena sudah riuh di menit awal pertandingan. Pasalnya, Leverkusen
memimpin skor sejak menit empat. Adalah Javier “Chicharito” Hernandez
yang mengubah kedudukan menjadi 1-0 melalui tendangan penalti.
Sebelumnya, Vassilis Torosidis melakukan handball di kotak terlarang
Roma.
Leverkusen kian percaya diri setelah mencetak gol. Hakan Calhanoglu
dan kawan-kawan terlihat sangat santai menggulirkan bola dari kaki ke
kaki.
Hasilnya pun kembali terlihat di menit 17. Leverkusen membobol gawang
Il Lupi di menit 17. Dan lagi-lagi yang mencetak angka adalah Javier
“Chicharito” Hernandez. Leverkusen memimpin kedudukan dengan skor 2-0.
Tertinggal cukup jauh membuat Roma tersentak. Berkali-kali serangan
yang dilakukan Il Lupi pun baru membuahkan hasil konkret di menit 29
melalui Daniele de Rossi. Gelandang internasional Italia tersebut
merobek jala gawang Bernd Leno setelah memanfaatkan umpan Kostas
Manolas. Skor berubah menjadi 2-1.
Hernandez kurang beruntung! Leverkusen hampir memperpanjang keunggulan andai sundulan mantan pemain Manchester United
ini tidak membentur mistar gawang. Tak lama kemudian, ada klaim penalti
dari Roma setelah Gervinho dijatuhkan di kotak penalti oleh Kiriakos
Papadopoulos.
Namun, wasit tak mengindahkan protes dan play on.
Roma justru mencetak gol keduanya pada menit 38. De Rossi kembali
mencantumkan namanya di papan skor setelah setelah meneruskan bola
matang dari Miralem Pjanic.
Leverkusen pantas disalahkan karena sempat lengah. Mereka tak mampu
mengatasi umpan set piece Pjanic yang berujung gol penyeimbang,
sementara Hernandez seharusnya bisa mengubah skor menjadi 3-1 sebelum
gol De Rossi. Skor 2-2 pun menutup paruh pertama.
Babak kedua
Leverkusen masih mendominasi menit awal interval kedua. Namun, Roma
tidak tinggal diam dengan sesekali mencuri-curi kesempatan untuk
melakukan serangan balik.
Hebat! Itulah kata yang paling tepat menggambarkan Roma. Mengimbangi
skor di babak pertama setelah sempat tertinggal dua gol, Giallorossi
justru membalikkan keadaan menjadi 3-2 melalui Miralem Pjanic di menit
54. Gelandang Bosnia and Herzegovina tersebut membungkam publik BayArena
dengan tendangan bebasnya yang apik.
Leverkusen terlihat frustrasi setelah gawangnya kebobolan untuk kali
ketiga. Kini, lini tengah mereka kalah kuat dengan Roma. Alessandro
Florenzi memimpin serangan dan melepaskan tendangan yang masih bisa
ditepis Leno. Bola muntah pun disambut Iago Falque dengan kepala, namun
hanya membentur mistar gawang.
Roma kian semangat setelah membalikkan keadaan. Buktinya, pasukan
Rudi Garcia tersebut kembali mencetak gol di menit 73 untuk memperlebar
keunggulan menjadi 2-4 melalui Iago Falque. Bola hasil tendangan pemain
berpaspor Spanyol ini melaju deras ke gawang Leverkusen tanpa bisa
dihalau Leno.
Jelang laga berakhir Leverkusen mengambil alih jalannya pertandingan.
Gol yang ditunggu akhirnya datang di menit 84, Kevin Kampl membobol
gawang dengan cara yang apik untuk mengubah skor menjadi 3-4. Game on!
Dramatis! Leverkusen kembali mencetak gol di menit 86. Adalah Admir
Mehmedi yang membuat BayArena bergelora. Gelandang asal Swiss tersebut
memanfaatkan dengan sempurna umpan Wendell untuk menyamakan kedudukan.
Skor 4-4 membuat motivasi Leverkusen terpompa.
Hingga wasit Viktor Kassai meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, skor 4-4- tak berubah.
Susunan pemain
Bayer Leverkusen: Leno; Donati, Tah, Papadopoulos, Wendell; Toprak/Brandt, Kramer/Brandt; Bellarabi, Calhanoglu, Kampl; Hernandez.
AS Roma: Szczesny; Torosidis,Manolas, Rudiger, Digne; Nainggolan, De Rossi, Pjanic, Florenzi; Salah, Gervinho/Dzeko.
*http://kabarbola.net
Wednesday, October 21, 2015
Hujan Gol, Laga Leverkusen-Roma Berakir Imbang
Wednesday, October 21, 2015







